Wed. Sep 22nd, 2021
Kasus Raibnya Rp 20 Miliar Winda Earl, Polisi Akan Periksa Pihak Asuransi

Polisi sudah mengecek kepala cabang maybank cipulir inisial at yang disebut terdakwa masalah hilangnya uang tabungan rp 20 miliar lebih punya olahragawan e-sport winda d lunardi alias winda earl. Dalam pernyataannya. Ada saluran dana sebesar rp 6 miliar yang dipakai ke asuransi pt prudential life assurance.

 

Direktur tindak pidana ekonomi dan spesial bareskrim brigjen helmy santika sampaikan. Penyidik akan lakukan kontrol ke faksi prudential.

“pada konsepnya dalam penyelidikan. Semuanya yang berkaitan akan dikroscek. Diambil penjelasannya secara netral.” papar helmy waktu diverifikasi. Rabu (18/11/2020).

Helmy menyebutkan. Terdakwa at akui memakai uang winda earl untuk asuransi untuk tingkatkan nama baik sebagai kepala cabang.

“maksudnya untuk memperoleh performnce (sasaran cabang) untuk mendapatkan nama dan keuntungan individu terdakwa.” terang ia.

Selanjutnya. Terdakwa at membuat asuransi prudential atas nama ayah winda earl yaitu herman lunardi. Nilai asuransinya sendiri capai rp 4.8 miliar. “pengendalian rekening itu ialah terdakwa sendiri tiada setahu herman lunardi.” helmy menandaskan.

Saat itu. Polisi tidak bisa mengecek kembali lagi kepala maybank cipulir berinisial a sebagai terdakwa atas masalah hilangnya uang tabungan rp 20 miliar lebih punya olahragawan e-sport. Winda d lunardi alias winda earl.

Karo penmas seksi humas polri brigjen pol awi setiyono sampaikan. Faksinya masih menanti izin dari pn tangerang karena terdakwa adalah tahanan pengadilan.

“saya tidak dapat berikan sebab tempo hari penyidik masih menanti izin dari ketua pengadilan tangerang. Janjinya pekan kedepan tetapi kita saksikan perubahannya.” papar awi di mabes polri. Jakarta selatan. Senin (16/11/2020).

Awalnya. Bareskrim polri kirim surat ke ketua pengadilan negeri tangerang untuk lakukan kontrol pada terdakwa kepala maybank cipulir berinisial a. Berkaitan masalah raibnya uang tabungan rp 20 miliar lebih punya olahragawan e-sport. Winda d lunardi alias winda earl.

“polisi. Terutamanya bareskrim dalam rencana mengecek terdakwa harus izin ketua pengadilan negeri banten. Sebab yang berkaitan sekarang ini sedang proses sidang masalah sebelumnya di polda metro jaya.” tutur awi waktu pertemuan jurnalis di mabes polri. Jakarta selatan. Kamis (12/11/2020).

Awi tidak menerangkan selanjutnya kasus yang lagi ditempuh a di pn tanggerang. Ia cuman menginginkan supaya kontrol selekasnya bisa dikerjakan oleh penyidik untuk peningkatan masalah ini.

“karena proses persidangan kita lagi bekerjasama dengan pn mudah-mudahan pekan kedepan kita dikasih peluang meminta izin ke ketua pn untuk mengecek terdakwa.” kata awi.

“buat kami bangun lagi ini. Seluruh perkembangan-perkembangan hasil penyelidikan dikroscek ke terdakwa. Konsentrasinya ada dua. Pertama tracing asset dan ke-2 selekasnya meminta izin ke ketua pengadilan negeri tangerang untuk lakukan kontrol tambahan.” lebih ia masalah masalah winda earl.

Usaha pelarian sepanjang 17 tahun maria pauline lumowa. Pembobol kas bank bni kebayoran baru usai.

 

By Chelsey

error: Content is protected !!