Wed. Dec 1st, 2021
Update Rabu 18 November 2020: 478.720 Positif Covid-19, Sembuh 402.347, Meninggal 15.503

Masalah positif Corona Covid-19 di Indonesia banyaknya masih makin bertambah secara berarti. Hal ini ibarat dikatakan Unit Pekerjaan (Satuan tugas) Perlakuan Covid-19.

 

Berdasar data, pada ini hari, Rabu (18/11/2020), ada tambahan 4.265 orang yang dipastikan positif terkena Corona Covid-19.

Keseluruhan akumulatifnya jadi hingga saat ini ada 478.720 orang terverifikasi positif Corona Covid-19 di Indonesia.

Sedang masalah pulih makin bertambah 3.711 orang pada ini hari. Jadi, keseluruhan accumulative di Indonesia sampai sekarang, ada 402.347 pasien Corona Covid-19 telah pulih dan dipastikan negatif.

Saat itu, angka masalah wafat pada ini hari ada tambahan 110 orang. Hingga, keseluruhan akumulatifnya hingga saat ini ada 15.503 pasien Corona Covid-19 wafat di Indonesia.

Data update pasien Covid-19 ini terdaftar semenjak jam 12.00 WIB, Selasa, 17 16 November 2020 sampai ini hari jam 12.00 WIB.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menarget program vaksinasi Covid-19 bisa diawali di akhir 2020 atau awalnya 2021. Tentang hal vaksin Covid-19 diusahakan dapat masuk di Indonesia selambatnya Desember 2020.

Ini dikatakan Jokowi habis mengevaluasi replikasi untuk vaksinasi di Puskesmas Tanah Sareal Bogor Jawa Barat, Rabu (18/11/2020).

“Kita memprediksi mulai akan vaksinasi itu di tahun akhir atau pada awal tahun, tahun akhir 2020 atau pada awal tahun 2021,” terang Jokowi seperti disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden.

Menurutnya, vaksin Covid-19 tidak langsung bisa disuntikkan ke warga saat datang di Indonesia. Karena, pemerintahan harus memperoleh izin dari Tubuh Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) lebih dulu.

Selanjutnya, pemerintahan harus mempersiapkan logistik yang masak untuk jaga temperatur vaksin atau cold chain. Tentang hal cold chain benar-benar dibutuhkan untuk jaga kualitas vaksin Covid-19.

“Tiap vaksin dari produk yang lain membutuhkan mode distribusi yang lain. Berikut yang apa lagi kita persiapkan supaya ke beberapa daerah selekasnya memperoleh vaksin dan vaksinnya pun tidak hancur,” katanya.

Jokowi malas menyebutkan calon vaksin apa yang akan dipakai. Tetapi, ia pastikan jika vaksin yang nanti disuntikkan ke warga masuk di daftar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga aman dipakai.

“Seluruh vaksin yang kita gunakan itu harus masuk ke list-nya WHO. Ini harus harus masuk di list-nya WHO,” sebut Jokowi.

Masalah infeksi virus Corona pertamanya kali tampil di Kota Wuhan, Propinsi Hubei, China Desember 2009. Dari masalah itu, virus bergerak cepat dan menulari beberapa ribu orang, bukan hanya di China dan juga di luar negara gorden bambu itu.

2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto umumkan masalah Covid-19 pertama di Indonesia. Informasi dikerjakan di Veranda Istana Merdeka.

Ada dua suspect yang terkena Corona, ke-2 nya ialah seorang ibu dan anak wanitanya. Mereka dirawat intens di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Contact tracing dengan pasien Corona juga dikerjakan pemerintahan untuk menahan penyebaran lebih luas. Hasil dari penelurusan, pasien positif Covid-19 lagi bertambah.

Seminggu selanjutnya, masalah kematian karena Covid-19 pertamanya kali disampaikan pada 11 Maret 2020. Pasien adalah seorang masyarakat negara asing (WNA) yang terhitung pada kelompok imported kasus virus Corona. Informasi dikatakan Juru Berbicara Pemerintahan untuk Kepentingan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Yurianto menjelaskan, pasien positif Covid-19 itu ialah wanita berumur 53 tahun. Pasien itu masuk ke rumah sakit pada kondisi sakit berat dan ada factor penyakit menyusul salah satunya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang telah lumayan lama dialami.

Jumat 13 Maret 2020, Yurianto mengatakan pasien nomor 01 dan 03 pulih dari Covid-19. Mereka telah diizinkan pulang dan tinggalkan ruangan isolasi.

Pemerintahan selanjutnya lakukan upaya-upaya perlakuan Covid-19 yang penebarannya semakin semakin makin tambah meluas. Salah satunya dengan keluarkan beberapa ketentuan buat mendesak angka penebaran virus Corona atau Covid-19. Beberapa aturan itu dikeluarkan bagus di dalam wujud ketentuan presiden (perpres), ketentuan pemerintahan (PP) sampai keputusan presiden (keppres)

Diantaranya Keppres Nomor 7 tahun 2020 mengenai Gugusan Pekerjaan Pemercepatan Perlakuan Covid-19. Keppres ini ditandatangani Jokowi pada Jumat, 13 Maret 2020. Gugusan Pekerjaan yang sekarang ini dipimpin oleh Tubuh Nasional Pengendalian Musibah (BNPB) Doni Monardo ini dibuat dalam rencana tangani penebaran virus Corona.

Gugusan Pekerjaan mempunyai beberapa pekerjaan diantaranya, melakukan gagasan operasional pemercepatan penanangan virus Corona, mengkoordinasikan dan mengatur penerapan aktivitas pemercepatan perlakuan virus Corona.

Saat itu, posisi kondisi spesifik genting perlakuan virus Corona di Tanah Air rupanya sudah difungsikan semenjak 28 Januari sampai 28 Februari 2020. Posisi diputuskan di saat meeting pengaturan di Kementerian Pendayagunaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) waktu mengulas kembalinya WNI di Wuhan, China.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menerangkan, sebab rasio semakin besar dan Presiden memerintah pemercepatan, karena itu diperpanjang dari 29 Februari sampai 29 Mei 2020. Karena, beberapa daerah di tanah air tidak ada yang memutuskan posisi genting Covid-9 di daerah semasing.

Agus Wibowo menerangkan bila wilayah telah memutuskan posisi kondisi genting, karena itu posisi kondisi spesifik genting yang dikeluarkan BNPB tidak berlaku kembali.

Perlakuan masalah virus corona (Covid 19) juga makin intensif dikerjakan. Pemerintahan lakukan bermacam usaha untuk mereduksi sekalian memberi penyembuhan pada mereka yang terkena Covid-19.

Berdasar situs covid19.go.id, sekitar 140 rumah sakit di Tanah Air jadi referensi untuk perlakuan pasien Covid-19. Ada juga beberapa lokasi yang jadi rumah sakit genting.

Diantaranya, pemerintahan sah jadikan Wisma Olahragawan Kemayoran, Jakarta Pusat, selaku rumah sakit genting untuk pasien Covid 19. Pengesahan dikerjakan langsung oleh Presiden Jokowi, Senin 23 Maret 2020. Demikian dibuka, Rumah Sakit Genting Wisma Olahragawan Kemayoran langsung terima pasien.

Ada juga Rumah Sakit Genting di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Pulau itu dahulunya adalah tempat penampungan masyarakat Vietnam. Tempat itu sudah dibereskan dan dapat memuat 460 pasien. Beberapa tempat punya pemerintahan yang lain jadi tempat isolasi pasien yang terkena Covid-19.

Menko Sektor Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan kritis karena wabah Covid-19 akan usai dalam kurun waktu dekat. Kritis wabah ini mulai akan melandai pada minggu ke-4 bulan Mei 2020.

By Chelsey

error: Content is protected !!